Indonesia infoLarantuka

Larantuka Flores Timur

Larantuka Flores Timur

Larantuka Flores Timur

“Bale nagi larantuka flores timur, sinyo e.. no -e!!”

Ungkapan yang familiar dan penuh ramah bagi masyarakat flores timur larantuka buat anak laki-laki yang dikasihinya. Ayo liburan agar tidak pucet seperti yang Hans Cristian katakan dalam kutipannya yang berbunyi

Just living is not enough.. one must have sunshine, freedom and a little flower.Hans Cristian Anderson

Jadi mari berlibur ke Flores NTT Indonesia Timur nan indah, yang sudah diakui oleh dunia! Ibu pertiwi terbentang dari ujung barat hingga ujung timur yang tak pernah gagal tuk menghiburmu.

Tidak bisa dipungkiri jika Flores memiliki keindahan alam yang tidak berhenti untuk membuat siapapun terpukau. Labuan Bajo menjadi contoh destinasi unggulan yang sudah tidak diragukan lagi untuk flores barat.

Kemudian beranjak ke Ende flores tengah yang memiliki wisata sejarah karena menjadi tempat pengasingan Bung Karno. Sementara ada juga danau Kalimutu di ende namun tak kalah indahanya alam laut di Maumere.

Lalu keindahan Flores belum puas sampai disana saja, kini hadir di flores timur dengan Larantuka dengan adonara, solor, lembata dan alam alor yang juga menakjubkan dan wajib anda kunjungi.

Untuk itu kamu harus mengenal Larantuka Flores Timur, tak hanya jadi kota religi dan budayanya tapi keindahan alam dan lautnya juga bisa jadi salah satu next ekspedisi kamu di tahun ini.

Dapatkan juga bersama kami

Sewa Mobil Di Larantuka & Flores Timur

Sewa-Mobil-Di-Larantuka

Geografis & Topografi Larantuka

Luas wilayah Kabupaten Flores Timur terdiri dari Luas daratan 1.812,85 km2 dan luas perairan sekitar 4.170,53 km2 dengan total 229 desa dan 21 kelurahan.

Larantuka yang merupakan salah satu dari 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur memiliki 2 desa dan 18 kelurahan. Larantuka juga merupakan Ibu kota dari kabupaten flores timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Letak geografis wilayah administrative Kab. Flores Timur berbatasan langsung dengan :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sikka (Maumere)
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lembata

 

Terletak pada koordinat lintang bujur  080 04’-08040’ LS dan 1220 38’-1230 57’ BT wilayah dapat anda lihat pada gambar di bawah ini

Spot-Terbaik-Wisata-Larantuka

 

Sejarah Larantuka

Singkatnya sebelum tahun 1600 pedagang Portugis meninggalkan pulau Solor dan menetap di Larantuka. Para pedagang Portugis tersebut berselisih dengan kaum Dominikan (penyebar agama katholik/kristenisasi) di Solor, karena mereka lebih tertarik pada perdagangan daripada dalam misi Kristenisasi.

Pada 1613 Belanda menduduki Solor dan kaum Dominikan terusir lalu pindah ke Larantuka juga.

Larantuka adalah penghubung transit perdagangan kayu cendana dari Timor menuju pulau jawa dan menjadi pusat perdagangan Portugis di Indonesia Tenggara saat itu. Dimana Larantuka flores timur juga merupakan tempat perlindungan akhir para pedagang portugis dari desertir Perusahaan India Timur Belanda (VOC).

Dua gelombang imigrasi portugis membawa populasi bertambah di Larantuka. Ketika Belanda menaklukkan Malaka pada tahun 1641, banyak orang Portugis pindah ke Larantuka. Dua desa, Wureh dan Konga, menjadi tempat menampung para pendatang portugis tersebut. Begitupun ketika Belanda menyerang Makassar pada tahun 1660, sebagian besar Portugis dari sana juga lari ke Larantuka.

Keturunan Larantuqueiros

Pedagang Portugis tersebut mengambil istri orang-orang pribumi, juga selalu menuliskan nenek moyang Portugis kedalam nama-nama keturunan mereka. Kelompok populasi baru ini disebut Topasses. Mereka pun juga menyebut diri mereka Larantuqueiros (penduduk Larantuka). Namun Belanda menyebut mereka dengan ejekan Zwarte Portugeesen (Portugis hitam).

Larantuqueiros-Larantuka

Larantuqueiros tidak memiliki kekuatan military namun memiliki pengaruh yang kuat di wilayah tersebut, yang pengaruhnya mencapai jauh melampaui pemukiman mereka. Sel inti Larantuqueiros adalah federasi Larantuka, Wureh dan Konga.

Secara teoritis mereka tunduk pada Portugal. Tetapi dalam praktiknya mereka bebas. Mereka tidak dalam tekanan pemerintahan Portugis dan mereka tidak membayar pajak pada pemerintahan Portugal.

Surat-surat pemerintah Lisbon diabaikan. Selama bertahun-tahun ada perebutan kekuasaan yang berdarah antara keluarga da Costa dan de Hornay. Pada akhirnya mereka pun berbagi kekuasaan.

Larantuqueiros adalah penguasa setelah Raja Larantuka dan menjadikan Portugis sebagai bahasa resmi untuk menjauhkan diri dari penduduk asli. Bahasa perdagangan adalah bahasa Melayu, yang dipahami di pulau-pulau sekitarnya.

Kerajaan Larantuka Nusa Dipa

Kerajaan Larantuka adalah sebuah kerajaan besar di ujung timur nusantara yang duhulu di-nama-kan “Nusa Nipa” yang berarti Pulau Naga dalam bahasa sangsekerta oleh Majapahit. Sedangkan nama pulau besar flores ini dalam bahasa Portugis adalah Cabo de Flores (Tanjung bunga) yang sekarang disebut sebagai Pulau Flores.

Makna dari Nusa Dipa dikutip dari buku Paramita Rahayu Abdurachman, “Bunga Angin Portugis di Nusantara” menggambarkan bahwa pulau flores ber-bentuk menyerupai ular naga. Dengan Manggarai dan Ngada di bagian barat sebagai ekornya, bagian tengah ada Endeh dan Sika yang menjadi badannya, sementara lengkungan Larantuka di semenanjung timur laut adalah kepalanya.

Hubungan larantuka dengan tanah jawa terjalin intensif di abad ke- 14 dalam ekspedisi Majapahit ke bagian timur nusantara. Hal ini tersurat dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca yang ditulis pada 1365, dengan menyebut wilayah Larantuka dengan nama Galiyao dan penguasanya bernama Raja Lewonama.

Pengaruh Majapahit masih terasa hingga kini. Dapat kita temui beberapa desa di Kecamatan Larantuka yang memiliki nama bernuansa Jawa Sanskerta, seperti Amagarapati, Balela, Ekasapta, Lamawalang, Sarotari, dan lainnya.

Kerajaan Ata Jawa

Konon jauh sebelum itu tepatnya di mulai di abad ke-13 kerajaan Larantuka awal bernama Kerajaan Ata Jawa didirikan oleh pasangan suami-istri yang bernama Pati Golo Arakian dan istrinya bernama Wato Wele yang adalah perempuan lokal dari Suku Ile (penghuni asli yang dikeramatkan). Sedangkan Pati Golo Arakian bukan berasal dari larantuka asli melainkan anak dari bangsawan kerajaan pesisir pantai selatan Timor bagian tengah yang bernama Wehali dengan ibu yang berdarah Jawa.

Larantuka dan Wehali akhirnya memilih jalur dagang dan sosiologi yang berbeda. Wehali memeluk Islam dan bermitra dengan orang-orang Bugis/Makassar. Sedangkan Larantuka menjadi mitra terbaik Portugis yang menganut Katolik. Walaupun akhirnya mereka sama2 berperang melawan Belanda.

Kerajaan Katolik Nusantara

Abad ke- 16 Kerajaan Larantuka pernah berjaya dengan dukungan besar portugis dan menjadi kerajaan penting di flores bagian timur. Menjadi Kerajaan Katolik Pertama di Nusantara membuat larantuka diperhitungkan oleh kerajaan besar tanah jawa majapahit. Sebagai salah satu kerajaan penting larantuka pun ber-interaksi dengan kerajaan-kerajaan lain bahkan negara lainnya.

Raja Larantuka yang paling terkenal dibaptis menjadi Katolik adalah Raja Ola Adobala pada tahun 1665. Dengan gelar Don Fransisco Ola Adobala Diaz Vieira de Godinho. Raja harus mengucapkan sumpah setia kepada raja Portugal dan di atasnya gelar Dom diberikan kepadanya.

Secara ritual, Don Fransisco Ola Adobala DVG orang pertama yang memprakarsai upacara penyerahan tongkat kerajaan kepala emas kepada patung Tuan Ma (Bunda Maria Reinha Rosari) sebagai lambang bahwa Larantuka sepenuhnya menjadi kota Reinha (Ratu) dan para raja adalah wakil serta abdi Bunda Maria. Dengan demikian menyatakan Kerajaan Larantuka sebagai kerajaan Katolik pertama di Asia saat itu.

 

Mengupas Vatikannya Indonesia

Memang wisata religi merupakan wisata yang menjadi andalan bagi kota nagi yang namun juga dikenal sebagai Sister City Lisabon. Pada dasarnya Larantuka juga mempunyai kebudayaan religi yang cukup kuat dimana hal tersebut bisa dijadikan potensi wisata yang menjanjikan kedepannya.

 

Larantuka Kedepan

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan target 20 tahun (2005-2025). Nah, Larantuka ini pada RPJMD akan diarahkan menjadi wilayah pengembangan kegiatan wisata. Berikut ini yang menjadi alasan mengapa Larantukan menjadi Mutiara Wisata Indonesia Timur.

1.      Wisata Religinya

Larantuka memiliki potensial wisata religi yang sangat menarik perhatian para pengunjung bahkan menjadi andalan bagi Larantuka untuk menggaet para turis mancanegara. Wisata religinya yaitu perayaan Semana Santa. Sehingga Larantuka dikenal dengan Kota Reinha de Rosari, Kota Ratu, Kota Maria. Apa yang anda tau mengenai Semana Santa?.

Semana Santa merupakan sebuah perayaan bagi umat Katolik warisan bangsa Portugis yang dirayakan menjelang Hari Raya Paskah. Pada saat Semana santa ini berlangsung banyak peziarah dari berbagai negara seperti Italia, Portugal, Spanyol dan lain sebagainya. Semana santa berasal dari dua kata, Samana artinya pekan dan santa yang berarti suci.

Semana Santa ini dilakukan mulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabu Suci, sampai Minggu Pascah. Suku yang berperan pada acara ini adalah Suku Kabelen, Suku Lewai, Suku Raja Ama Koten, Suku Kea Alyandu, Suku Ama Kelen De Rosary, Suku Maran, Suku Sau Diaz, Suku Riberu Da Gomes, Suku lamuri, Suku Mulowatu, Suku Lewerang, dan Suku Kapitan Jentera.

Pada perayaan Semana Santa terdapat 2 patung yang menjadi sosok penting yakni Patung Tuan Ma dan Patung Tuan Ana. Patung Tuan Ma adalah patung Bunda Maria sedangkan patung Tuan Ana merupakan patung Yesus Kristus. Patung Tuan Ma akan dimandikan lalu dibalut dengan pakaian perkabungan. Pakaian perkabungan merupakan sehelai mantel beludru warna hitam, ungu ataupun biru.

2.      Wisata Alamnya Yang Indah

Selain wisata religinya yang sangat terkenal, alasan lainnya Larantuka merupakan mutiara wisata yang tersimpan untuk tahun 2025 adalah wisata alamnya yang tak kalah indah dengan wisata alam di wilayah NTT yang lain. Wisata alam di Larantuka flores timur juga tak kalah keren dengan wisata di luar negeri. Pasir Timbul di Meko, Pantai Kawaliwu, Taman Bukit Fatima, Pantai Weri, Pantai Onga Misi dan masih banyak wisata alam lainnya.

Pada awalnya memang objek wisata alam tersebut kurang terawat. Namun dengan adanya RPJMD ini potensi wilayah Larantuka yang awalnya tersembunyi mulai muncul. Setelh danya RPJMD ini Larantuka berbenah, sehingga kini mulai terawat, bersih dan mulai ramai oleh pengunjung. Pasir pantai yang putih, air laut yang jernih serta akses jalan menuju tempat wisata yang mulai diperbaiki dan dipermudah. Selain itu adanya pengadaan dan peningkatan fasilitas yang diadakan oleh pemerintah menjadi daya tarik.

Wisata alam yang cukup terkenal di Larantuka salah satunya yakni Pantai Onga Misi. Hal ini dikarenakan pantainya yang indah, letak pantai yang strategis yakni tepat di jantung Kota Larantuka. Selain itu pembangunan fasilitas, dan warung kecil yang tumbuh di sekitar pantai menjadi daya tarik Pantai Onga Misi ini.

Dilihat dari alasan di atas bukankah anda setuju bahwa Larunka merupakan mutiara wisata yang tersimpan untuk tahun 2025. Apabila potensi yang terlihat ini dikembangkan dengan baik buka angan-angan lagi Larantuka menjadi salah satu spot wisata Alam di Nusa Tenggara Timur yang wajib dikunjungi para wisatawan.

 

Pesisir Laut Larantuka

Pesisir pantai dengan ombak tenang dan gugusan pulau yang jaraknya tak begitu jauh. Bahkan kamu juga bisa menemukan dataran tinggi yang memiliki tinggi seperti gunung yang telah mati atau gunung berapi ditengah laut.

Laut yang berpadu dengan gunung berpayung awan putih ini menjadi pesona ujung timur Flores. Secara administrasi berada di kawasan Larantuka, Flores Timur. Bukan hanya letak geologisnya yang menawan, budayanya tak kalah luar biasa.

Larantuka Flores Timur tak hanya unggul akan wisata alam namun juga wisata religinya sehingga mendapat julukan Vatikannya Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya wisata rohani yang berlangsung setiap tahun sebagai peringatan umat nasrani.

Wisata religi ini menarik banyak perhatian wisatawan dalam negeri hingga luar negeri. Mereka semua sangat antusias dalam mengikuti wisata rohani yang menjadi peninggalan sejarah umat nasrani sejak ratusan tahun silam.

Tawarkan Keindahan Yang Memukau Cocok Untuk Destinasi Liburan

Terlepas dari wisata rohaninya, kamu juga harus menjajal wisata alam yang tak kalah dari Flores yang lainnya. Kamu bisa mencicipi deretan pantai, danau hingga bukit bukitnya yang tak kalah menawan.

Percaya atau tidak, menjadikan bagian timur Flores ini sebagai wisata adalah keputusan yang sangat tidak keliru. Kamu bisa mengunjungi Pasir Timbul Meko yang sajikan pemandangan memukau yang tidak akan kamu temukan ditempat lain.

Pasir Timbul Meko

Nama Pasir Timbul didapat karena gundukan pasir yang berada di tengah laut seperti pulau yang tidak ada penghuninya. Luasnya hanya mencapai 1 km persegi dengan pasir putih dengan sedikit warna pink sangat kontras dengan air yang biru kehijauan.

Kamu bahkan bisa tenang mengelilingi pasir timbul Meko ini karena tidak ada ombak dan hanya ada riak kecil. Namun jika air sedang pasang, pulau pasir ini akan tenggelam.

Kawaliwu

Tidak puas dengan Pasir Timbul Meko, Larantuka Flores Timur juga miliki pantai Kawaliwu yang miliki hal unik. Kamu bisa menemukan air panas alami yang keluar dari bebatuan di pinggir pantai dengan mengalinya. Semakin dalam anda mengali akan semakin panas air yang keluar di pinggir pantai kawaliwu.

Membayangkan berendam di air panas alami sambil mengantarkan matahari pulang ke peraduan tentu sayang untuk dilewatkan.

 

Kamu juga bisa menikmati keindahan bawah laut dengan menyebrang ke Pulau Adonara. Aktivitas seperti snorkeling maupun diving menjadi hal yang patut kamu rasakan. Apalagi air lautnya jernih dengan ombak yang tenang tentunya akan menjadi pengalaman yang berbeda. Kamu juga bisa abadikan momen berharga tersebut, dengan background pegunungan serta awan putih ketika cuaca sedang cerah.

Kamu juga bisa menikmati keindahan danau yang tak kalah cantik di Larantuka ini. Danau yang bisa kamu kunjungi adalah Danau Asmara atau Danau Waibelen. Danau ini memiliki keindahan yang sangat berbanding terbalik dengan kejadian sedih pada puluhan tahun silam. Dulu ada dua sejoli yang menceburkan diri lantaran cintanya tidak direstui, sehingga masyarakat sekitar menamakannya Danau di Larantuka Flores Timur dengan danau asmara.

Danau di Larantuka ini masihlah alami dan tidak banyak bangunan disekitarnya. Namun pemandangannya tidak bisa kamu elakkan begitu saja. Jika kamu sudah puas menikmati keindahan yang Danua Asmara, kamu bisa bergerak dan mencoba pemandian air panas yang tak kalah mempesona. Wai Plati begitu masyarakat sekitar menyebutnya, kamu bisa berendam air panas sambil menikmati pemandangan laut dan gunung yang menawan.

Objek wisata unggulan tersebut juga memiliki hutan bakau dengan pemandangan yang menakjubkan. Wisata ini selalu ramai setiap harinya, wajar saja harga tiketnya yang ramah kantong dengan akses mudah tentu saja menarik para wisatawan. Setelah lelah berlibur tidak ada salahnya kamu mampir sebentar meneruskan berendam air panas di Pantai Kawaliwu. Perjalanan liburan kamu akan semakin lengkap di Larantuka Flores Timur ini.

Larantuka memiliki potensi keindahan alam yang tidak diragukan lagi. Perjalanan menjelajah pulau timur Indonesia seperti tidak pernah selesai. Setelah menikmati Labuan Bajo hingga Pulau Komodo, dan bertandang ke Larantuka juga tidak akan membuat kamu menyesal. Rasanya hanya ingin terus berlibur bukan? Dapatkan penawaran menarik eksplore NTT dengan mengunjungi Go Travela Indonesia.