Home » Sulawesi » Wakatobi » Taman Laut Nasional Wakatobi

Taman Laut Nasional Wakatobi

Taman Laut Nasional Wakatobi

Taman Laut Nasional Wakatobi mungkin sudah tidak asing lagi bagi beberapa Anda. Belakangan setelah ditutup akibat pandemi covid-19, destinasi wisata ini kembali buka.

Tentu saja dengan aturan new normal dan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, Cari tahu lebih lanjut yuk bagaimana jika ingin liburan ke Wakatobi di masa pandemi ini.

Wisata Taman Laut Wakatobi

Tempat wisata selam terkenal di Indonesia, salah satunya adalah di Wakatobi. Keindahan dari Taman Laut Nasional Wakatobi ini memang sangat menggoda para wisatawan terutama dengan biota lautnya.

Bahkan tempat wisata ini merupakan lokasi the best shore dive. Alasan inilah yang menyebabkan banyak turis mancanegara akhirnya menginginkan liburan ke lokasi wisata selam Wakatobi.

Spot Wisata Selam Taman Laut Nasional Wakatobi

Anda dapat melihat pesona bahari Taman Laut Nasional Wakatobi dengan cara diving dan snorkeling. Para wisatawan dapat menikmati coral, terumbu karang bakan ikan-ikan di laut. Sebaiknya, persiapkan kamera underwater agar Anda dapat mengabadikan keindahan bawah laut Wakatobi.

Pesona Wakatobi

Tidak semua para wisatawan datang untuk menikmati keindahan bawah laut, ada juga yang akan melihat keindahan pasir putih atau keindahan wisata lainnya. pasir putih di Wakatobi sangat mudah di temukan misalnya di Pantai Hoga atau Pantai Jodoh.

Menghabiskan waktu bermain di sekitar pasir putih, menikmati sunset dan juga mengambil foto dengan background yang indah. Memutuskan untuk liburan di wisata selam Taman Laut Nasional Wakatobi memang sangat tepat. Bagi anda yang menyukai bukit, anda bisa menikmati bukit Tomia.

Bukit ini dapat Anda datangi kapan saja. Bahkan bukit Tomia sudah lama terkenal karena pernah menjadi tempat syuting film Mirror Never Lies. Anda akan menemukan padang savana dan lainnya.

Akses Menuju Wakatobi

Untuk mencapai Kota Wakatobi, anda harus naik pesawat dari Bandara Haluoleo kendari atau Bandara Maranggo. Bagi anda yang dari luar Sulawesi, anda dapat mengambil rute ke Kendari misalnya Jakarta ke Kendari dan akhirnya sampai di Wakatobi.

Sayangnya, memang masih belum ada penerbangan langsung ke Wakatobi sehingga anda harus melakukan transit beberapa kali. Tentu saja, biaya tiket akan lebih mahal dan tidak terlalu banyak jadwal penerbangan dalam sehari.

Oleh karena itu, ketika memutuskan untuk mengunjungi wisata selam Wakatobi, sebaiknya mencari banyak informasi apalagi di masa covid-19.

Seperti yang Anda ketahui, saat ini sedang ada pandemic virus covid-19 di Indonesia. Dampak yang terjadi karena pandemic ini adalah setiap lokasi wisata harus tutup sementara.

Namun, sejak awal juli 2020, wisata selam Taman Laut Nasional Wakatobi mulai buka kembali namun harus mengikuti aturan protokol kesehatan demi mencegah terjadinya penyebaran virus.

Taman Laut Nasional Wakatobi Kembali Buka

New Normal Taman Laut Nasional Wakatobi

Alasan Taman Laut Nasional Wakatobi kembali buka karena pendapatan daerah bersumber dari tempat wisata dan lainnya. Seluruh pengelolaan tempat wisata dan para wisatawan wajib menaati segala peraturan dan menjalankan kebiasaan ini dengan baik. 

Terdapat beberapa syarat yang wajib Anda penuhi sebagai wisatawan dan juga pekerja di destinasi tersebut. Perhatikan aturan di era new normal di bawah ini:

Melampirkan surat keterangan sehat atau PCR

Meski wisata selam Wakatobi sudah dapat Anda kunjungi, namun penyebaran virus corona belum dapat teratasi dengan baik. Oleh karena itu, Pemerintah Wakatobi memberlakukan aturan untuk para pengunjung dan penjaga membawa surat keterangan PCR atau sehat. Ini merupakan syarat masuk ke area dive center. 

Mengukur suhu tubuh

Selain itu, aturan lainnya yang juga mulai berlaku di wisata selam  Taman Laut Nasional Wakatobi adalah mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh dengan thermo gun wajib bagi semua orang yang berada di kawasan wisata selam. Anda juga harus memberikan identitas Anda saat akan memasuki area wisata selam.

Wajib cuci tangan

Saat masuknya virus Covid-19 di Indonesia, cara mudah untuk menjaga agar tidak terjadinya penyebaran adalah dengan mencuci tangan baik menggunakan air mengalir atau juga sanitizer. Di samping itu, kawasan dive center juga secara berkala melakukan disinfektan secara menyeluruh. Anda juga wajib melakukan disinfektan sebelum masuk ke diving center.

Hindari kontak fisik dan gunakan masker

Aturan New Normal untuk dapat mengakses wisata selam Taman Laut Nasional Wakatobi dengan nyaman dan tanpa khawatir selalu gunakan masker. Anda juga harus mengurangi kontak fisik dengan wisatawan lain. Semua transaksi harus secara non-tunai. Jadi, Anda harus mengisi E-money Anda dengan cukup sebelum berangkat ke Diving center.

Para karyawan juga harus menjaga jarak setidaknya satu meter di lingkungan kerja dan area lainnya. Melakukan sterilisasi ke seluruh peralatan diving dan juga snorkeling di dive center setelah digunakan.

Dengan kembali buka tempat wisata selam Wakatobi ketika new normal, pemerintah juga menambah satu rencana baru yaitu penambahan fasilitas pengolahan limbah sampah. Jadi, sampah tisu dan masker akan dapat terurai secara langsung. Keunggulannya dapat mengurangi risiko banyaknya limbah dan sampah menumpuk di Wakatobi.

Dive operator memiliki SOP

Aturan yang juga disosialisasikan kepada dive center di Wakatobi, tetapi memegang masing-masing bagaimana standard operating procedure (SOP) penanganan virus dengan baik.

Demikian aturan-aturan di masa New Normal yang wajib Anda patuhi sebagai pengunjung, karyawan dan seluruh pengunjung dive center di Wakatobi.

Peraturan ini berlaku untuk memutus penyebaran virus sehingga semua orang akan merasa aman dan nyaman saat berlibur di Wisata Selam Wakatobi. Terdapat 143 dive center di Wakatobi menerapkan aturan di atas.

Baca juga :

Nah, itu dia aturan new normal yang harus Anda ikuti jika ingin liburan ke wisata selam Taman Laut Nasional Wakatobi. Semoga membantu Anda dan selamat berlibur.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.