BaliWisata Bali

Tari Kecak Uluwatu | Pementasan, Sejarah, Jadwal dan Tiket Masuk

tari kecak uluwatu
Tari Kecak Uluwatu | Pementasan, Sejarah, Jadwal dan Tiket Masuk
5 (100%) 2 votes

Tari Kecak Uluwatu

Apa yang membuat tari kecak uluwatu terlihat istimewa ketika anda meyaksikan pertunjukannya?

Baiklah mari kita bahas, pertama-tama Tari kecak uluwatu, ubud maupun tari kecak dimana saja, pementasanya pasti sama dan kisah pewayangan yang di bawakannya sama yaitu kisah “Ramayana”. Tari kecak selalu dipentaskan saat sore hari, saat sunset matahari terbenam atau di malam hari.

Tari kecak uluwatu atau tari kecak dimana saja pasti musik atau nada yang menyertai tari pasti keluar dan dibuat oleh suara manusia dengan temponya yang konstan, serta suara kerincing yang berpadu dengan suara yang keluar dari lima puluh orang bahkan lebih.

Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari “Cak” atau Tari Api yang berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar. Shangyang adalah salah satu tarian yang sangat sakral bagi masyarakat bali sebab dalam tarian tersebut biasanya ditunjukan hal kerauhan (trans-possession).

Hal tersebut guna upaya melakukan komunikasi dengan Sang Hyang atau Tuhan melalui roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat setempat atau memberi berita dan peringatan bagi masyarakat.

Ritual Tarian

Dalam hal inipun tari kecak menggunakan ritual hingga kita dapat saksikan kondisi penari berada dalam alam dibawah sadar, kekebalan tidak terbakar oleh api atau ditusuk keris itu ada dalam fregmen tari kecak. Tapi hal tersebut tidak akan anda dapatkan dalam pertunjukan tari kecak komersil seperti di uluwatu. Sebab tari kecak di uluwatu lebih bersifat pertunjukan.

Walter Spies bersama ritual Shang Hyang

Lagu atau nada dalam tari kecak pun di adopsi dari ritual Shanghyang dimana di tahun 1930 Wayan Limbak dan pelukis German Walter Spies (15 Sept 1895 – 19 Jan 1942) menciptakan tari kecak ini berdasarkan dari ritual tari shangyang yang tidak sembarang di mainkan (khusus upacara-upacara besar keAgamaan dan waktu-waktu magis khusus).

tari kecak uluwatu

Dengan posisi duduk di lingkaran yang konsentris bergerak seirama yang dinamis, berdiri dan mengangkat kedua lengan tangan kadang berbaring mengikuti tema cerita legenda yang berkembang. Tari kecak menjadi kesenian yang dapat kita saksikan kapan pun dan menjadi hiburan yang di komersilkan.

Tari Kecak melegendakan cerita dari sebuah fragmen kisah Ramayana dengan epic hindu yang di balut budaya bali yang menceritakan ekpresi kehidupan dalam masyarakat hindu bali.

Tari Kecak, Legenda Yang Masih Relevan

Bagi masyarakat kesenian bali pada umumnya ekresi kisah Ramayana ini tidak tertuang dalam seni tari dan wayang saja tapi juga tertuang dalam lukisan dan seni pahat/ukiran. Ramayana adalah sebuah cerita perjalanan Sri Rama, yang merupakan salah satu epos dari India. Dan melekat dalam ajaran hindu dengan ajaran-ajaran kebajikan yang tertuang pada kisah tersebut.

Filosofi yang tertuang dalam kisah tersebut hingga hari ini masih relevan dengan konteks kehidupan zaman sampai saat ini, masih banyak orang-orang tua di bali menceritakan kisah Ramayana ini kepada cucu-cucu mereka.

Fregmen Ramayana Dalam Pertunjukan Tari Kecak Uluwatu

Rama adalah pewaris tahta kerajaan ayodya dengan beristrikan Sita/Sinta, cerita dimulai dari pengasingannya oleh titah Ayanda Paduka Raja Dasarata sebagai akibat dari tipuan oleh ibu tiri Rama. Kisah dimulai dengan kedatangan Rama dan Sita disertai oleh saudaranya Laksmana di hutan Dandaka.

Kehidupan ketiga insan ini di hutan dandaka berjalan dengan damai tetapi tanpa disadari mereka telah diamati oleh Sang kejahatan Rahwana raja Alengka, yang penuh nafsu dan ambisi menginginkan akan kecantikan Sita.

Rahwana Menggoda Sita

Rahwana pun mengirimkan perdana menterinya yang bernama Marica untuk mencoba dan membawa Sita kepadanya, dengan kekuatan sihirnya Marica’s dirubahnya menjadi seekor Kijang emas dan ia pun memasuki hutan untuk menarik pikat Sita akan keindahan Kijang Emas.

Ketika Sita melihat Kijang Kencana emas itu, Sita pun terpesona dan meminta Rama menangkap untuknya. Rama pun mengejar Kijang emas tersebut dan meninggalkan Sita beserta Laksmana saudaranya dengan pesan “Laksmana, lindungi Istri ku Sita dan jangan sekalipun beranjak dari rumah ini saat aku mengejar Kijang Emas itu”.

Sita Mendengar Suara Rama

Dalam penantiannya Sita mendengar suara ilusi teriakan minta tolong dari Rama, ia memaksa Laksamana untuk menyusul  Rama, tetapi ingat akan janjinya Laksmana menolaknya dan terjadilah perdebatan seru antara Sita dan laksmana hingga menuduhnya sebagai pengecut dan akhirnya Laksmana pun untuk membantu Rama dengan syarat Sita tidak boleh keluar dari lingkaran yang dibuatnya diatas tanah walau tidak dalam keadaan apapun.

Sita, ditinggalkan sendirian di hutan, tentu itu akan mudah masuk dalam tipu daya Rahwana yang menyamar dirinya memiliki petapa tua yang dalam kesakitan dan kelaparan untuk meminta sedekah dan makanan kepada Sita. Sita pun jatuh dalam rasa iba dan trik Rahwana, dia melangkah ke luar lingkaran untuk memberikan petapa tua beberapa makanan dan pada saat itulah rahwana meraih dia dan membawanya ke istananya. Setelah kembali di istananya di Alengka, Rahwana mencoba se bisa mungkin untuk merayu Sita tapi sia-sia.

Pertempuran Megananda dan Laksmana

Dalam istana Alengka, Sita menuangkan isi hatinya tentang nasibnya dalam kesedihan, ketika itu pun Hanoman muncul dan mengatakan bahwa dia adalah utusan Rama dengan membuktikan cincin Sang Rama. Lalu Sita memberikan jepit rambutnya kepada Hanoman untuk menunjukkan bahwa dia masih hidup dan kembali ke Rama.
Sementara Rama dan Laksamana dalam perjalanan pengembaraan mencari Sita disertai dengan Tualen bertemulah mereka dengan Meganada, putra Rahwana dan terjadilah pertempuran antara mereka.

Hanoman dalam Tari kecak uluwatu

Meganada menggunakan kekuatan ilmu-nya dan tunas panah yang ajaib berubah naga yang kesaktiannya mampu mengalahkan Rama, Setelah melalui pertempuran seru, ia (Megananda) akhirnya tewas di tangan Laksmana adik Rama.

Garuda Raja semua burung

Burung Garuda, raja semua burung dan seorang teman baik dari Raja Dasarata, datang untuk bergabung dalam misi penyelamatkandan  membebaskan Sita. Rama dan Laksamana melanjutkan perjalanan mereka menyelamatkan Sita dan bergabung dalam pasukan Sugriwa, Hanoman, dan pasukan kera nya.

Ini lah fragmen Ramayana dalam tari kecak berakhir dengan pertempuran antara Sugriwa dan hanoman beserta pasukannya monyet melawan Meganada dan pasukannya setan yang berakhir dengan kekalahan Meganada yang tewas ditangan Laksmana adik Rama.

 

JADWAL PEMENTASAN TARI KECAK ULUWATU

Tiket Murah 2018, Nonton Tari Kecak – Pura Luhur Uluwatu-Bali
  • Jadwal Pentas : Setiap Hari (Kecuali Nyepi & Pengerupukan)
  • Jam Pentas      : 18:00 s/d 19:00 WITA (Ketika matahari terbenam)
  • Durasi               : 60 Menit
  • Tempat             : Open Air Stage Pura Uluwatu, Bali
  • Harga pembelian online ke Gotravela Indonesia hanya Rp. 70.000 per orang.

Tiket terbatas dan harga diatas berlaku jika anda membeli Paket Tour Uluwatu dan Pantai Pandawa bersama kami. Untuk pembelian silakan menghubungi kami di menit ke 03:13

 

Tips nonton pertunjukan tari kecak Uluwatu Bali
  • Usahakan datang lebih awal paling lambat pukul 17.00 tiba di Uluwatu
  • Jangan lupa bawa kamera poket atau Hp
  • Karena tempat untuk menonton tari kecak bentuknya setengah lingkaran kaya kolosum cari tempat paling atas atau deretan tingkat ke tiga dari bawah, kenapa? karena anda bisa leluasa melihat pertunjukan dari atas ditambah pemandangan sunset nya pasti dapat (pas banget buat selfie).
  • Jika berada dideretan ke tiga kita akan di kejutkan oleh hanoman yang datang & isengin kalian hehehe.. Seru!!
  • Unutk kondisi darurat (misalnya tiba-tiba hujan ditengah acara atau untuk mengusir monyet uluwatu yang nakal) sebaiknya siapkan payung lipat.

 

Sobat traveler juga bisa baca; Informasi tiket masuk Pura Uluwatu, anda bisa baca disini. Dan masih banyak lagi penawaran promo paket wisata dengan harga murah dan reasonable, tentunya tanpa hidden price atau tanpa harga yang tersembunyi.

Demikian halaman Tari Kecak Uluwatu | Pementasan dan Sejarah ini kami sajikan semoga bermanfaat bagi traveler sekalian – Salam Pariwisata.

 

Gotravela Indonesia Holiday | Tari Kecak Uluwatu | Pementasan dan Sejarah